Wednesday, 18 November 2015

Puisi-Mentari Pagi

Mentari Pagi

karya : Heriyanto

Kala hari mulai cerah
Cahayanya menembus langitku
Merindang dalam sanubariku
Aku terdiam dan tersenyum
Doaku hembuskan nafasku
Aliran nadiku mengalir
Seraya dentuman sungai
Di dinding semangatku
Cahayanya Hangatkan tubuhku
Ceriakan rasaku
Tumbuhkan cinta dalam hatiku
Aku mengerti
Ini hariku
Hari dimana umurku ditambahkan
Senyumku di indahkan
Dan semangatku di barakan
Hinggaplah mentari pagi
Di hariku

Puisi-Perjuangan

Perjuangan

karya : Heriyanto

Kerasnya dunia
Kerapkan langkahmu
Dinginnya dunia
Keringkan tubuhmu
Ku tutup mataku
Ketika kudengar ceritamu
Kau abai lumpuhmu
Ketika anak panah menembus nadimu
Kau anggap nyawa itu tak bernyawa
Merasa kuat bertangguh 
Diatas rumput aliran darah
Diatas bara kobaran api
Seraya mudah bagimu
Demi satu cahaya untuk negerimu
Kau pahlawan negeriku
Kenangmu kan abadi
Di lembahku

Tuesday, 10 November 2015

Puisi-Kau

KAU

karya : Heriyanto

Indah
Indah harapan
Kau hadir saat ku terpuruk
Saat hidup menantang lahat
Gelap dunia terang kafanku
Hadirmu getarkan jiwa
Luluhkan hati
Mengisi sepinya hati
Kau tumbuhkan lagi rasa ini
Janji suci terlukis
Pena suci dalam hati
Kesetiaanmu Kesetiaanku
Kan ku jaga cinta kasih
Benteng Suci nan Illahi

Puisi-Hari

Hari

karya : Heriyanto

Hari
Ingin kau tahu
Anak bulan tak seperti biasa
Sinar mentari kian bersahabat
Cahaya rembulan indah gelapmu
Hari
Kau beri hari ini 
Hari yang kan berhari
Berseri layaknya pelangi di pagi hari
Aku rindu saat seperti ini
Bertanya lubuk hati
Terisi sang pencinta hati
Hari indahmu bahagiaku
Hari cerahmu ceriaku
Cerita indah dalam hari 
Kan ada hari hariku

Puisi-Pendosa

Pendosa

karya : Heriyanto

Tindak lakuku tak seindah 
Tindak lakumu
Tindak lakuku tak semerbak
Harum tubuhmu
Kau bagai ratu
Ku bagai batu
Kau laksana mahkota diatas hitam
Ku ibarat alas dengan pekatku
Duniaku
Bunglon Duniaku yang selalu
Ku harapkan
Ku nantikan
Ku mimpikan
Namun cahaya itu tak sejengkal pun
Tak memberi panas dalam hati
Ini duniaku
Dengan pekatku 

Friday, 6 November 2015

Puisi-Ayah

Ayah
karya : Heriyanto

Ayah
Engkaulah sosok bintang dalam gelapnya malam
Kasarnya rembulan
Menjadi saksi kerasnya nafkah kehidupan
Tak pandang anak sungai ditubuhmu
Tak pandang seberapa dekat ajal didepan matamu
Kau iriskan tubuhmu untuk satu butir kehidupan
Kau bungkam mulutmu
Demi satu senyuman
Dalam hangatnya kehidupan 
Ayah
Tak kau hiraukan matahari malam
Tak kau hiraukan rembulan siang
Ayah kau pahlawanku
Terima kasih ayah
Terima kasih ayah

Puisi-Rasa Tak Dirasa

Rasa Tak Dirasa
karya : Heriyanto

Pagi tak biasa
Sambut seluruh umat
Dengan semangat
Membakar sejuknya embun
Riski itu melambai memanggilku
Yah.. ini duniaku
Dunia akan aku bawa
Dunia akan aku kenang
Kenangan akan duniaku
Sampai terbenam olehnya
Dengan rasa
Rasa ini cerita
Rasa ini bagai alunan lagu
Hingga rasa menjadi kenangan